Sabtu, Juli 4, 2026

Disdik DKI Diminta Transparan soal Proyek Pembangunan Sekolah yang Ditemukan KPK Bermasalah

WIB

Aliansi.co, Jakarta- DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Dinas Pendidikan (Disdik), untuk segera menindaklanjuti temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyimpangan dalam proyek pembangunan sekolah di Ibu Kota.

Berdasarkan hasil pemeriksaan KPK, ditemukan adanya deviasi atau penyimpangan dari standar teknis proyek pembangunan sekolah hingga mencapai sekitar minus 31 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, dalam rapat konsultasi pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat tersebut berlangsung di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu (9/7/2025).

Baca Juga :  Tiang Monorel Mangkrak di HR Rasuna Said Mulai Dibongkar, Rampung September 2026

“Kami sangat menyayangkan adanya temuan deviasi sebesar 31 persen pada proyek pembangunan sekolah. Ini menunjukkan adanya potensi masalah dalam perencanaan, pengawasan, maupun pelaksanaan proyek. Kami minta Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan klarifikasi kepada publik,” ujar Justin dikutip, Kamis (10/7/2025).

Menurut Justin, penyimpangan ini tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga berpotensi berdampak pada kualitas pendidikan di Jakarta.

Ia menegaskan, infrastruktur sekolah yang tidak sesuai standar bisa membahayakan keselamatan siswa dan menghambat proses belajar-mengajar.

Karena itu, dirinya meminta agar Disdik DKI bersikap transparan terhadap hasil evaluasi tersebut dan menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau penyimpangan yang disengaja dalam pelaksanaan proyek.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Minta Camat-Lurah Aktif Cegah Tawuran Jelang Lebaran

“Kalau memang ada pelanggaran atau potensi tindak pidana, kita harap Pemprov tidak ragu untuk melaporkannya ke aparat penegak hukum. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan anggaran pendidikan digunakan sebagaimana mestinya,” kata Justin.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan serius terkait pembangunan enam paket sekolah di DKI Jakarta.

Laporan Temuan (LHP) BPK bersama catatan lapangan KPK menyebutkan, progres pembangunan enam paket proyek fisik sekolah tersebut mengalami deviasi sebesar minus 31 % dari target kontrak.

Baca Juga :  Status Caleg Mendiang Gembong PDI-P Digantikan Putra Sulungnya, Terdaftar Dapil 7 Jakarta

Pembangunan sekolah bermasalahan ini ditemukan KPK melalui Satgas II Korsup Wilayah II, saat melakukan inspeksi pada 22 Mei 2025 lalu. 

Enam paket proyek yang dilakukan inspeksi di antaranya, TK Negeri, SDN 01 & 02 Cikini, USB SMA Cikini, dan SDN Duri Pulo. 

Total anggaran enam paket proyek ini sebesar Rp262 miliar. 

Target pembangunan sekolah dijadwalkan selesai per 31 Desember 2024. 

Namun, meski telah tujuh kali adendum memperpanjang deadline hingga 22 Juni 2025 , pembangunan sekolah tak kunjung rampung. 

“Deviasi progres fisik mencapai minus 31 % dari rencana. Ini berdampak langsung terhadap pelayanan pendidikan,” tulis LHP BPK.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...