Aliansi.co, Jakarta- Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Selatan Mukhlisin mengajak para ustadzah untuk menjaga ukhuwah dan menjauhi sikap saling menyalahkan dalam berdakwah
Hal itu disampaikan Mukhlisin saat memberikan sambutan dalam Kajian Bulanan Forum Komunitas Ustadzah (Fokus) DKI Jakarta di Masjid Darul Jannah, Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025).
Dalam kegiatan ini hadir Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin sebagai pembicara utama
Dalam acara yang mengangkat tema “Peran Keluarga dan Komunitas dalam Membangun Ketahanan Diri dari Jeratan Judi Online dan Pinjaman Online” ini, Mukhlisin menggarisbawahi pentingnya membangun dakwah yang harmonis dan tidak memecah belah.
“Saya berharap melalui kajian seperti ini, forum ustadzah dapat menyatukan persepsi dalam dakwah. Jangan sampai di antara ustadzah ada yang saling menyerang atau menyalahkan ustadzah lain ketika menyampaikan dakwahnya,” kata Mukhlisin.
Ia menekankan dakwah harus menjadi sarana penyebaran kebaikan dan persatuan, bukan ajang saling menjatuhkan.
Menurutnya, sikap saling menghormati sesama pendakwah adalah bagian dari akhlak mulia yang harus dijunjung tinggi oleh setiap dai dan daiyah.
“Kajian rutin seperti ini adalah salah satu upaya mulia dalam memperkuat keimanan dan mempererat tali silaturahmi, khususnya di kalangan para guru atau ustadzah,” ujarnya.
Mukhlisin mengatakan peran ustadzah sangat penting dalam membangun karakter bangsa yang berakhlak.
Melalui dakwah yang damai dan solutif, kata dia, para ustadzah dapat menjadi pilar utama dalam membina keluarga dan generasi muda.
“Terutama di tengah ancaman judi online dan pinjaman daring ilegal yang kini marak,” ujarnya.
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya kasus judi online dan pinjaman daring ilegal yang menyasar berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan remaja.
“Hari ini kita dihadapkan pada persoalan sosial yang serius, di mana banyak keluarga yang terjebak dalam jeratan pinjaman online ilegal dan judi daring. Keluarga harus menjadi garda terdepan dalam membentengi anggotanya dari ancaman ini,” kata Khoirudin.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi agama dan literasi keuangan sejak dini, terutama bagi generasi muda yang paling rentan terdampak.
“Peran para ustadzah sangat strategis. Dakwah yang menyentuh akar persoalan dan berbasis solusi sangat dibutuhkan di tengah kondisi ini. Bukan hanya soal ibadah, tapi juga bagaimana agama menjadi benteng sosial,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
