Kamis, Juli 16, 2026

Buntut Teriak Bawa Bom di Pesawat, Pria Asal Pematang Siantar Diblacklist Lion Air

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Maskapai penerbangan Lion Air Group mengambil langkah tegas dengan memasukkan seorang penumpang bernama Herman (42), warga Pematang Siantar, ke dalam daftar hitam (blacklist) setelah mengaku membawa bom di dalam pesawat.

Kuasa hukum Lion Air, Yuridio Tirta, menyampaikan penetapan blacklist diputuskan jika ditemukan adanya unsur pidana oleh pihak kepolisian.

“Kalau itu sementara informasinya memang akan kita blacklist. Cuma itu menunggu nanti informasi atas pidananya,” kata Yuridio saat ditemui di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dikutip Selasa (5/8/2025).

Yuridio menegaskan keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen Lion Air dalam menjaga keamanan transportasi udara.

Baca Juga :  Agak Laen, Ormas Kembang Latar Pilih Bagi-bagi Takjil saat Bulan Ramadhan

“Ditakutkan memang seperti penerbangan-penerbangan berikutnya, berdampak domino. Efek domino otomatis itu berdampak sekali. Inilah yang kadang-kadang menjadi faktor keterlambatan pada penerbangan-penerbangan berikutnya karena kejadian-kejadian seperti ini,” jelasnya.

Ditetapkan Tersangka 

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Ronald Sipayung mengatakan, H alias Herman asal Pematang Siantar kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

“Yang membuat penumpang berinisial H dengan alamat di Pematang Siantar, hari ini ditetapkan sebagai tersangka atas Pasal UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan,” ujar Ronald dalam konferensi pers di Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Tim penyidik gabungan dari Polri dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, termasuk memeriksa delapan orang saksi, rekaman CCTV, serta menyita sejumlah barang bukti milik tersangka.

Baca Juga :  Pramono Pasang Target Jakarta Jadi Kota Global Jelang Usia 500 Tahun

“Langkah yang sudah kami lakukan ialah memeriksa delapan orang saksi, kemudian kita juga memeriksa CCTV dan menyita rekaman video yang beredar di masyarakat, serta menyita barang bukti tersangka,” ujar Ronald

Ia menambahkan, dari hasil penyelidikan diketahui tersangka baru saja menempuh perjalanan udara cukup panjang dari Merauke-Makassar, kemudian dilanjutkan ke Jakarta dan menuju Kualanamu.

Hal ini diduga memicu ketidakstabilan psikologis yang menjadi latar belakang tindakannya.

Baca Juga :  Kronologis Ibu di Jaktim Rekam Putrinya Disetubuhi Pacar Demi Puaskan Birahi

“Pengakuannya dia terbang dari Merauke-Makassar, kemudian ke Jakarta-Kualanamu,” ungkap Ronald.

Pemeriksaan lebih lanjut juga menunjukkan bahwa Herman dalam kondisi psikologis yang tidak stabil.

Oleh karena itu, pihak kepolisian akan memanggil keluarga tersangka untuk keperluan pendalaman.

“Terhadap yang bersangkutan sudah kami lakukan pengecekan ataupun pemeriksaan urine. Hasilnya negatif terhadap zat berbahaya, kemudian pemeriksaan alkohol juga negatif,” kata Ronald.

Sebelumnya, video insiden ini sempat viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Herman terlihat mengamuk dan berteriak bahwa ada bom di dalam pesawat Lion Air rute Jakarta-Kualanamu, sehingga membuat suasana kabin menjadi mencekam.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...

Bang Jago di Jagakarsa Positif Narkoba, Dalih Pukul Orang karena Dengar “Bisikan”

Aliansi.co,Jakarta – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pemukulan yang dilakukan FRS (37), pengendara Kawasaki Ninja RR yang videonya viral setelah menampar seorang pemotor...

“Video Call Bokap Lu”, Bang Jago Pengendara Ninja Ditangkap Polisi

Aliansi.co,Jakarta- Pengendara Kawasaki Ninja RR yang viral karena melakukan aksi pemukulan terhadap pengendara motor lain di Jalan Moch. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya...