Aliansi.co, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya atas aksi demonstrasi di sejumlah daerah yang berubah menjadi kerusuhan.
Ia menduga aksi-aksi tersebut ditunggangi oleh pihak-pihak yang memiliki niat merusak, bahkan membawa bahan peledak seperti petasan berukuran besar.
Hal itu diungkapkan Prabowo usai melihat anggota Polri yang menjadi korban kerusuhan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta, Senin (1/9/2025).
“Kalau demonstran murni yang baik, justru oleh aparat harus dilindungi. Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang. Tapi ada ketentuannya, demonstrasinya harus damai, harus sesuai undang-undang,” kata Prabowo dilansir dari YouTube Setpres, Selasa (2/9/2025).
Namun, menurut Prabowo, aksi damai tersebut telah ditunggangi oleh oknum-oknum yang membawa unsur kekerasan.
Ia menyebut sejumlah laporan yang diterimanya terkait kedatangan truk-truk yang membawa petasan berdaya ledak tinggi, yang melukai aparat di lapangan.
“Di banyak tempat saya dapat laporan, datang truk-truk. Di situ ada petasan-petasan yang berat, yang besar. Ini anggota banyak kena petasan. Ada yang terbakar leher, ada yang terbakar paha. Bayangkan kalau laki-laki terbakar alat vitalnya. Ini menurut saya sudah perusuh, niatnya membakar,” ungkap Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa tindakan anarkis tersebut sudah jauh dari semangat menyampaikan aspirasi.
Ia bahkan menyebut aksi pembakaran gedung dan fasilitas umum sebagai bentuk sabotase terhadap demokrasi dan pembangunan nasional.
“Niatnya bukan menyampaikan pendapat. Niatnya adalah bikin rusuh. Niatnya adalah mengganggu kehidupan rakyat. Niatnya adalah menghancurkan upaya pembangunan nasional untuk menghilangkan kemiskinan,” tegasnya.
Lalu, Prabowo menyinggung soal peran pengusaha besar dalam pembangunan nasional.
Ia menyampaikan bahwa dirinya telah mengumpulkan para pengusaha besar tersebut untuk mengingatkan agar mereka tidak lupa tanggung jawab sosial kepada rakyat kecil.
“Saya kumpulkan semua pengusaha besar. Saya katakan, kamu sudah besar, kau kerja dan kalau kau kerja dengan baik, kau penting. Berarti kau menciptakan lapangan pekerjaan. Tapi saya harus urus yang paling lemah, yang paling miskin,” pungkasnya.
