Jumat, November 6, 2026

Pramono Temukan Pelanggaran Harga Sewa Kios yang Viral Mencekik Pedagang Blok M

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan telah mengambil langkah tegas soal polemik mahalnya harga sewa kios yang dikeluhkan para pedagang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Pramono memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan koperasi yang selama ini mengelola sebagian area perdagangan di Blok M.

“Saya minta untuk kerja sama yang dilanggar oleh koperasi, kalau mereka tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan, maka saya minta untuk dipostpone, kerja samanya dihentikan saja,” kata Pramono dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (4/9/2025).

Baca Juga :  Pramono Larang Praktik Getok Sumbangan, Tegaskan Bulan Dana PMI Bersifat Sukarela

Pramono menyarankan kepada para pedagang untuk membuka usaha di Blok M Hub, area baru yang dikelola langsung oleh PT MRT Jakarta (Perseroda).

Pramono menegaskan, pedagang yang bersedia pindah di area baru tersebut, dibebaskan dari biaya sewa kios selama dua bulan.

“Kalau mereka mau menggunakan tempat ini (Blok M Hub), maka nanti selama dua bulan kami berikan kebebasan, free, gratis, supaya mereka mau pindah ke tempat ini. Tempat ini jauh lebih bagus sebenarnya, lebih nyaman, ada AC-nya, dan fasilitasnya juga bagus,” jelasnya.

Baca Juga :  Upacara HUT DKI, Heru Budi Ungkap Nasib Jakarta Setelah Tidak jadi Ibu Kota

Ia juga mengingatkan agar pedagang tetap menjaga lingkungan usaha yang tertib dan aman.

Ke depannya, pengelolaan penuh kawasan Blok M Hub akan dilakukan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda), tanpa keterlibatan pihak koperasi.

“Karena saya tahu, Blok M ini sekarang menjadi hub baru bagi Jakarta. Saya tidak mau ini berkepanjangan. Ini harus segera diselesaikan,” tutup Gubernur Pramono.

Baca Juga :  Menunggu Haji Gocap Lewat, 25 PPKS Terjaring Dinas Sosial di Kebayoran Baru

Polemik ini bermula dari keluhan pedagang terkait melonjaknya biaya sewa kios yang dikenakan oleh koperasi.

Harga sewa kios yang mencekik pedagang sempat viral di media sosial.

Padahal, sebelumnya telah disepakati bahwa sewa kios UMKM di Blok M ditetapkan sebesar Rp300.000 per bulan, sesuai hasil audiensi PT MRT Jakarta dengan perwakilan koperasi, dua fraksi DPRD DKI, serta Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD).

Namun dalam praktiknya, harga sewa mengalami kenaikan hingga Rp 1,8 juta.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Iming-iming Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran di Rusia

Aliansi.co, Jakarta – Iming-iming bonus penandatanganan kontrak mencapai Rp620 juta dan gaji bulanan sekitar Rp50 juta menjadi modus sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO)...

Naik KRL dari Tanjung Priok, Ratusan Polisi Gerebek Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta – Ratusan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi. Dalam operasi tersebut,...

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Sasaran Razia Kendaraan yang Lawan Arus

Aliansi.co, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menjadikan pelanggaran melawan arus sebagai salah satu sasaran utama dalam Operasi Patuh 2026 yang digelar serentak...

Noverizky Tri Putra Pimpin LBH Ilumni FH Unpar

Aliansi.co, Jakarta- Noverizky Tri Putra dipercaya menjabat Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ilumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), menggantikan Yopi Gunawan. Dalam kepemimpinan...

Kapolri Ungkap Keterlibatan Pihak Asing di Balik Karhutla 

Aliansi.co, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dari...