Sabtu, Oktober 3, 2026

Kemacetan Jakarta Kian Parah, Gubernur Pramono Diminta Evaluasi Kadishub

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Emik meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengevaluasi kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta seiring memburuknya tingkat kemacetan di Ibu Kota.

Sugiyanto menilai, evaluasi tersebut penting mengingat tren kemacetan Jakarta justru menunjukkan peningkatan berdasarkan berbagai indikator objektif, salah satunya laporan TomTom Traffic Index 2025.

“Ketika seluruh indikator kemacetan menunjukkan tren memburuk, sementara kepemimpinan di Dinas Perhubungan tidak mengalami penyegaran selama lebih dari enam tahun, maka evaluasi menyeluruh menjadi sebuah keniscayaan,” ujar Sugiyanto dalam keterangannya, Kamis (23/1/2026).

Ia mengungkapkan, masa jabatan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, telah berlangsung lebih dari enam tahun enam bulan sejak dilantik pada 8 Juli 2019.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemkot Jaksel Panen Cabai dari Kebun Berseri Bintaro

Menurut Sugiyanto, durasi tersebut tergolong terlalu panjang dalam tata kelola birokrasi modern.

“Dalam sistem birokrasi modern, masa jabatan yang terlalu lama berpotensi menimbulkan kejenuhan organisasi, stagnasi kebijakan, serta menghambat regenerasi aparatur sipil negara,” kata dia.

Sugiyanto menambahkan, wacana penyegaran jabatan juga sejalan dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta yang kerap menekankan pentingnya penerapan sistem merit dalam pemerintahan.

Selain faktor masa jabatan, Sugiyanto menyoroti kinerja sektor transportasi Jakarta yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Ia merujuk laporan TomTom Traffic Index 2025 yang dirilis awal Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, Jakarta tercatat melonjak ke peringkat ke-24 kota termacet di dunia, dari sebelumnya peringkat ke-90 pada TomTom Traffic Index 2024.

Baca Juga :  Antisipasi Kenalan Remaja, Pemkot Jaksel Sosialisasikan Wawasan Tentang Hukum kepada Pelajar dan Guru

Secara nasional, Jakarta juga naik menjadi peringkat kedua kota termacet di Indonesia, tepat di bawah Bandung.

“Ini lompatan negatif yang sangat tajam dan patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.

Berdasarkan data TomTom Traffic Index 2025, tingkat kemacetan rata-rata Jakarta mencapai 59,8 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Waktu tempuh rata-rata perjalanan sejauh 10 kilometer mencapai 26 menit 19 detik, lebih lama dibandingkan 25 menit 31 detik pada 2024.

Tak hanya itu, kecepatan rata-rata kendaraan pada jam sibuk tercatat hanya 17,8 kilometer per jam, sementara jarak tempuh rata-rata dalam 15 menit hanya 5,7 kilometer.

Sugiyanto juga mengutip data INRIX Global Traffic Scorecard 2025 yang menempatkan Jakarta sebagai kota termacet ke-9 di dunia dari 941 kota di 36 negara.

Baca Juga :  Warga Jagakarsa Jaksel Deklarasi Stop BAB Sembarangan, Plt Wakil Wali Kota: Ini Komitmen ODF Murni

Dalam laporan tersebut, pengemudi di Jakarta kehilangan rata-rata 83 jam per tahun akibat kemacetan.

Menurut Sugiyanto, seluruh data tersebut menunjukkan bahwa kemacetan Jakarta bukan sekadar persepsi, melainkan realitas yang dirasakan warga setiap hari.

“Masyarakat Jakarta tidak membutuhkan klaim keberhasilan berbasis peringkat semata, tetapi terobosan nyata dan kebijakan konkret yang mampu memperbaiki mobilitas,” tegas SGY, sapaannya.

Meski mendorong evaluasi, SGY menegaskan bahwa pandangannya tidak dilandasi sentimen pribadi.

Ia menyatakan tetap mendukung kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.

“Pergantian Kadishub bukanlah bentuk hukuman, melainkan bagian dari manajemen pemerintahan yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...