Aliansi.co,Malang- Presiden Prabowo Subianto sempat mencuri perhatian saat memberikan sambutan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Di tengah pidatonya, Prabowo mendadak meminta izin kepada para hadirin untuk meminum kopi.
Momen itu terjadi saat Prabowo menyampaikan sambutan di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2025).
Awalnya, Prabowo berpidato dengan penuh semangat mengenai pentingnya persatuan para pemimpin demi kemakmuran dan perdamaian bangsa.
“Sejarah manusia mengajarkan kepada kita, tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak mungkin ada perdamaian kalau pemimpin-pemimpinnya tidak bersatu, tidak rukun, tidak kompak,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan para pemimpin di semua bidang harus mengabdi sepenuhnya kepada rakyat Indonesia.
Ia juga mengingatkan agar pemimpin tidak menyimpan dendam, kebencian, maupun rasa dengki.
“Tidak boleh pemimpin punya dendam, tidak boleh pemimpin punya rasa benci, tidak boleh pemimpin selalu mencari-cari kesalahan pihak lain,” ujarnya.
Menurut Prabowo, nilai-nilai yang diajarkan para kiai dan leluhur bangsa harus terus dijaga, salah satunya filosofi mikul duwur mendem jero.
“Berbeda tidak masalah. Sesudah berbeda, cari persatuan, cari kesamaan. Musyawarah untuk mufakat, itu kepribadian bangsa Indonesia,” ucapnya.
Namun, setelah berpidato cukup panjang dengan nada berapi-api, Prabowo tiba-tiba berhenti sejenak dan menyampaikan permohonan maaf karena terlalu bersemangat.
“Maaf, agak terlalu semangat. Kalau di depan rakyat Jawa Timur, apalagi rakyat NU, harus semangat, betul?” kata Prabowo yang disambut respons hadirin.
Ia lalu menyinggung antusiasme peserta yang telah berjam-jam mengikuti acara tersebut.
Prabowo pun berniat mempersingkat sambutannya.
“Bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik, anak-anak sudah berjam-jam di sini. Luar biasa. Karena itu, sambutan saya persingkat saja,” ujarnya.
Di tengah suasana itu, Prabowo kemudian meminta izin untuk minum kopi.
“Enggak kepanasan ini? Kalau begitu, saya mohon izin minum kopi ya boleh, saudara-saudara sekalian?” kata Prabowo, yang kembali disambut tepuk tangan.
Menutup sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada keluarga besar NU atas peran besarnya dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
“Saya hadir di sini ingin menyampaikan intinya, terima kasih Nahdlatul Ulama. Terima kasih para kiai, para ulama, seluruh keluarga besar NU. Terima kasih atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia,” pungkasnya.
