Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar meminta para camat dan lurah aktif mencegah potensi tawuran menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah dengan meningkatkan pengawasan wilayah dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Anwar menegaskan, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat pemerintah, tetapi juga perlu melibatkan pengurus lingkungan hingga warga.
“Pemantauan wilayah yang intensif dan pelibatan aktif masyarakat diharapkan membuat lingkungan tetap kondusif dan bebas dari aksi tawuran,” ujar Anwar saat berkunjung ke Balai Wartawan Jakarta Selatan (WJS), Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, kehadiran aparat wilayah di tengah masyarakat memiliki dampak psikologis yang positif.
Warga akan merasa segan untuk melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Kehadiran pejabat wilayah di tengah masyarakat dapat menciptakan rasa sungkan dan hormat, sehingga warga akan segan untuk membuat keributan atau melakukan tindakan yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah wilayah yang menjadi perhatian khusus menjelang Lebaran, yakni Kecamatan Tebet, Pancoran, dan Jagakarsa.
Ketiga wilayah ini dinilai Anwara, memiliki potensi kerawanan lebih tinggi karena berbatasan langsung dengan daerah lain.
Menurut Anwar, kondisi tersebut berpotensi memicu gesekan antarwarga yang dapat berujung pada tawuran jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Kita harus sigap dan proaktif agar situasi di Jakarta Selatan tetap kondusif. Jika terjadi insiden, reputasi kita dan instansi terkait akan tercoreng, apalagi jika kejadian tersebut viral di media sosial,” tegasnya.
Selain itu, Anwar juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak, khususnya menjelang akhir Ramadan hingga malam takbiran.
Pada momen ini juga aktivitas konvoi atau perayaan berlebihan kerap terjadi dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Ia pun meminta camat dan lurah aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti Karang Taruna dan tokoh lingkungan, guna mencegah kenakalan remaja.
“Melalui majelis taklim, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya, kami harapkan kehadiran aparat dapat mempererat keharmonisan dan kerukunan antarwarga,” tandasnya.
