Aliansi.co,Jakarta- Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Ali Murthadho menegaskan, bahwa penanganan berbagai persoalan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada guru atau pihak sekolah.
Menurutnya, diperlukan keterlibatan lintas sektor, mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat, untuk menciptakan solusi yang menyeluruh.
Hal tersebut disampaikan Ali saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Halal Bihalal Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Selatan di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
Dalam sambutannya, Ali menyoroti masih maraknya berbagai persoalan anak, seperti perundungan, pelecehan, hingga tawuran, yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
“Dalam forum yang sangat baik ini, Pemkot Jakarta Selatan menekankan terkait permasalahan anak, terutama mengenai isu perundungan, pelecehan, tawuran, dan hal-hal serupa lainnya yang masih kerap terjadi,” kata Ali Murtadho, Jumat (24/4/2026).
“Ini merupakan momentum yang tepat untuk menyelaraskan visi serta mencari langkah-langkah konkret dan solutif dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut,” sambungnya.
Ia menilai, forum Rakorwil ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan di bidang pendidikan, sekaligus merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan yang ada.
Ali juga mengingatkan para peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut secara serius, mengingat kompleksitas tantangan di dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembentukan karakter siswa.
“Tantangan di dunia pendidikan saat ini tidak hanya terbatas pada pembentukan karakter anak, tetapi juga mencakup aspek penting lainnya, seperti tata kelola keuangan dan manajemen sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana menyampaikan, upaya penanganan persoalan anak juga sejalan dengan visi pembangunan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.
“Harapan kami, semoga kegiatan ini dapat melahirkan program yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap indikator-indikator Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” ujar Nahdiana.
