Aliansi.co,Jakarta-Pegiat media sosial yang juga Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu mengendus adanya sosok “komandan” di balik praktik judi online (judol) yang digerebek di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu melalui akun media sosial X pribadinya, @msaid_didu, pada Senin (12/5/2026).
Ia juga mengungkapkan dugaan adanya figur berpengaruh yang mengoordinasikan aktivitas judi online, termasuk yang beroperasi dari luar negeri.
“‘Komandan’ judi online asing adalah tokoh dekat kekuasaan?” tulis Said Didu dalam unggahannya, dikutip Selasa (12/5/2026).
Ia menyebut memperoleh informasi bahwa praktik judi online di Indonesia terbagi dalam dua kelompok besar, yakni yang beroperasi di dalam negeri dan di luar negeri, dengan koordinator yang berbeda namun memiliki pelindung yang sama.
“Info bahwa judi online (judol) di Indonesia terdiri dari dua kelompok, yaitu judol yang beroperasi di dalam negeri dan di luar negeri yang dikoordinir oleh orang yang berbeda, tapi ‘pelindungnya’ sama,” ujar Said Didu.
Lebih lanjut, ia menyebut kelompok judi online yang beroperasi di luar negeri diduga dikendalikan oleh tokoh yang dekat dengan kekuasaan.
Bahkan, menurut dia, aktivitas tersebut juga mencakup pengiriman warga negara Indonesia (WNI) sebagai operator judi online ke Kamboja.
“Infonya, judol luar negeri dikendalikan oleh tokoh dekat kekuasaan, termasuk ‘pengiriman’ WNI sebagai operator judol di Kamboja,” tulisnya.
Said Didu juga menduga jaringan judi online asing yang beroperasi di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, memiliki keterkaitan dengan pihak yang sama saat beroperasi di Kamboja.
“Sepertinya judol asing di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, juga dikoordinir oleh tokoh yang sama saat beroperasi di Kamboja,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Said Didu berharap penggerebekan yang dilakukan aparat penegak hukum tersebut menjadi langkah awal penertiban judi online secara tegas di Indonesia.
Ia meyakini penertiban judol dilakukan secara tegas oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Semoga penggerebekan judol di Jakarta tersebut menjadi langkah nyata penertiban judol secara tegas oleh Bapak Presiden,” tulis Said Didu.
