Kamis, Agustus 20, 2026

KPK Ungkap Ada Komitmen Fee Paket Proyek dari Eks Timses ke Bupati Langkat

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran uang dari puluhan paket proyek yang diterima mantan tim sukses Bupati Langkat Syah Afandin pada Pilkada 2024.

Proyek senilai sekitar Rp10,2 miliar itu diduga menjadi sumber pembayaran komitmen fee kepada Syah Afandin.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan mantan tim sukses Syah Afandin, Yaqub Abdhal Al Mu’arif (YQB), memperoleh total 85 paket proyek melalui mekanisme pengadaan langsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Baca Juga :  Jokowi Tahu Dikatai Bajingan oleh Rocky Gerung, Mahfud: Remeh Aja, Ngapain Dilaporin

“Pada 2025, YQB selaku pihak swasta sekaligus tim sukses SAF pada Pilkada 2024 mendapat paket pekerjaan proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Langkat melalui metode pengadaan langsung,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip Sabtu.

KPK merinci, sebanyak 80 paket pekerjaan berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dengan nilai sekitar Rp9,5 miliar.

Sementara itu, lima paket lainnya berasal dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat dengan nilai sekitar Rp748 juta.

Baca Juga :  Lewat Istana Berkebaya, Jokowi Kenalkan Karakter Wanita Indonesia yang Anggun dan Bersahaja

“Dengan demikian, total nilai proyek yang diterima YQB mencapai sekitar Rp10,2 miliar,” ujar Taufik.

Menurut KPK, proyek-proyek tersebut diduga tidak diberikan secara cuma-cuma.

Penyidik menduga Syah Afandin, yang juga dikenal dengan sapaan Ondim, meminta komitmen fee sebagai imbalan atas pemberian paket pekerjaan kepada Yaqub.

Untuk proyek di Dinas Pendidikan, Syah Afandin diduga meminta komitmen fee sebesar 10 persen dari nilai proyek.

Baca Juga :  Jokowi Tunjuk Budi Karya jadi Menteri PUPR Ad Interim Pengganti Basuki Hadimuljono, Ada Apa?

Sementara itu, untuk proyek di Dinas Perkim, besaran komitmen fee yang diminta mencapai 17 persen.

Dugaan tersebut menjadi salah satu temuan dalam penyidikan perkara suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

KPK menduga aliran dana dari proyek-proyek tersebut menguntungkan pihak-pihak tertentu melalui mekanisme pembayaran komitmen fee.

Penyidik menegaskan perkara ini masih terus dikembangkan, termasuk menelusuri keterlibatan pihak lain serta aliran dana yang berasal dari proyek-proyek pemerintah di Kabupaten Langkat.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...