Selasa, Mei 19, 2026

Kala Anies dan Partai Pendukung Gelisah soal Cawe-cawe Jokowi di Pilpres 2024

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Capres Anies Baswedan mengaku banyak menerima suara aspirasi dan ungkapan kekhawatiran pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.

Mulai adanya penjegalan hingga calon-calon presiden yang nantinya mendapat perlakuan tidak adil, siang dan malam disuarakan oleh masyarakat dan partai koalisi pendukungnya.

Kegelisahan itu muncul usai Presiden Joko Widodo menyatakan akan cawe-cawe di Pilpres demi kepentingan bangsa dan negara.

“Merespon pemberitaan presiden mengambil sikap untuk bersikap tidak netral dan akan cewe-cewe, semenjak malam hingga tadi siang kami banyak sekali menerima ungkapan, aspirasi, kekhawatiran,” ujar Anies di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin (30/5/2023) malam.

Baca Juga :  DPR Dorong Kejagung Bersih-bersih BUMN, Ungkit Kasus Korupsi PT Waskita Karya

Menurutnya, dari aspirasi yang diterimanya tersebut, di antaranya kekhawatiran tentang adanya penjegalan, kriminalisasi, tidak netralnya penyelenggaraan pemilu, hingga calon legislatig (caleg) yang mungkin mendapat perlakuan tidak adil.

Selain itu, kekhawatiran partai-partai dan para calon presiden yang mendapat perlakuan tidak fair hingga potensi terjadinya kecurangan.

“Semua itu dikhawatirkan muncul akibat adanya pernyataan bahwa tidak netral dan cawe-cawe. Nah kami berharap kekhawatiran-kekhawatiran yang tadi diungkapkan itu tidak benar, itu adalah kekhawatiran saja,” tuturnya.

Baca Juga :  Jokowi Sebut Cerita Mimpi SBY Bagus untuk Membangun Negara

Anies pun berharap, dalam kenyataannya Pemilu 2024 dan Pilpres tetap berjalan pada koridornya.

Dia mengatakan, setiap partai maupun caleg memiliki hak yang sama untuk mencalonkan, dan mendapatkan perlakuan yang sama dalam berkampanye.

“Begitu juga dengan setiap capres memiliki hak yang sama. Penyelenggara juga melakukan ini dengan fair dengan baik dan netral,” katanya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Siapkan Papua Jadi Kawasan Strategis Swasembada Energi Nasional

“Jadi, kami berharap kekhawatiran itu tidak benar dan justru yang terjadi adalah pelaksanaan yang baik, sesuai dengan prinsip demokrasi, jujur, adil,” katanya.

“Dan kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mari sama-sama kita menyambut pesta demokrasi ini sebagai bagian dari memastikan bahwa masa depan bangsa kita setahap demi setahap terus makin baik,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...