Senin, Juni 1, 2026

Anies Ungkap Asap dari PLTU Salah Satu Biang Polusi Udara di Jakarta

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Anies Baswedan mengungkap penyebab polusi udara yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Anies menyebut asap atau polutan dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), salah satu biang masalah terjadinya polusi udara.

“Sesungguhnya yang terjadi, selain polutan dari dalam aktivitas dalam kota, juga polutan yang diakibatkan dari kegiatan di luar kota Jakarta. Apa itu? Banyak pembangkit listrik tenaga uap yang kemudian cerobongnya menghasilkan polutan,” kata Anies Baswedan usai menghadiri acara relawan di Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023) malam.

Baca Juga :  Puan Maharani Temui Jokowi di Istana Negara, Apa yang Dibahas?

Anies mengatakan polutan dari PLTU tidak hanya terbawa angin ke Jakarta,

Polutan tersebut juga mengarah ke Lampung dan Banten, namun tidak ada sensor yang mendeteksinya.

“Angin bergerak ke Lampung, bergerak ke Banten, di sana nggak ada sensor, jadi tidak muncul menjadi problem. Ketika arah anginnya bergerak ke arah Jakarta, maka dia tertangkap oleh sensor,” terangnya.

“Kalau Anda perhatikan polusi udara ada hari-hari di mana polusi itu tinggi sekali, ada hari-hari polusi tidak tinggi, karena aktivitas di Jakartanya sama setiap hari,” sambungnya.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Cek Pemasangan Water Mist di Gandaria City: Ikut Arahan dan Sudah Sesuai Anjuran

Karena itu, Anies memberikan solusi agar di seluruh Indonesia dipasang alat pengukur kualitas udara.

Menurut Anies, harga sensor pendeteksi polusi udara tidak mahal.

Selain itu, Anies meminta secara serius transisi pembangkit energi tak terbarukan menuju energi terbarukan.

Solusi Anies selanjutnya adalah penggunaan fasilitas umum yang berbasis listrik.

“Lalu memperbanyak paru-paru kota di semua wilayah perkotaan. Itu contoh road map yang bisa kita kerjakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur DKI Jakarta Ogah Gage 24 Jam Usulan DPRD: Ide Sih Bagus, Tapi...

Seebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan polusi di Jakarta dan sekitarnya bukan berasal dari PLTU Suralaya di Cilegon, Banten.

Siti Nurbaya mengklaim bahwa uap PLTU justru bergerak ke arah Selat Sunda.

“Hasil analisis uapnya itu dia bergeraknya tidak ke arah Jakarta tapi bergerak ke arah Selat Sunda dan itu ditopang oleh arah angin yang menurut data BMKG,” kata Siti usai ratas di Istana Negara, Senin (14/8/2023).

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...