Rabu, Agustus 19, 2026

Buntut Pembubaran Aksi Damai, Kepala Satpol PP Jakarta Dinilai Tak Cukup Minta Maaf

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Tindakan Satpol PP DKI Jakarta membubarkan warga yang tengah berkemah dalam aksi damai di depan Gerbang Pancasila, Gedung DPR-MPR RI, pada Rabu (9/4/2025) lalu, dinilai sebagai sikap arogansi.

Aksi anggota Satpol PP tersebut, diungkapkan Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat) Sugiyanto, merupakan kesalahan fatal yang harus segera mendapat perhatian serius dari DPRD DKI Jakarta.

Sugiyanto menegaskan, DPRD melalui fungsi pengawasannya dapat memberikan rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mengusulkan pencopotan Kepala Satpol PP DKI Jakarta.

Baca Juga :  Cerita Pilu Bocah Perempuan yang Ditemukan di Pasar Kebayoran Lama: Ayah Orang Jahat, Aku Dibakar

“Langkah ini bukan sekadar reaktif, melainkan bentuk tanggung jawab politik DPRD dalam menjaga marwah demokrasi dan melindungi hak-hak warga negara,” kata Sugiyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/4/2025).

Sugiyanto menerangkan bahwa DPRD juga memiliki hak-hak konstitutional ketika terjadi tindakan yang melampaui kewenangan seperti yang dilakukan Satpol PP.

Hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat yang dimiliki DPRD ini, kata dia, wajib dijalankan secara maksimal dan proporsional ketika terjadi tindakan dari pihak eksekutif yang dinilai melampaui kewenangan.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Minta Camat-Lurah Aktif Cegah Tawuran Jelang Lebaran

Terlebih aksi pembongkaran tenda kemah di depan Gedung DPR merupakan kesalahan fatal.

“Itu tenda warga yang tengah melakukan aksi damai sebagai bentuk penolakan terhadap revisi Undang-Undang TNI dan Polri. Sayangnya, aksi damai ini justru dibubarkan secara sepihak oleh aparat Satpol PP, yang berdalih bahwa keberadaan tenda di trotoar mengganggu ketertiban, estetika, serta menghambat pejalan kaki,” bebernya.

Memang, kata dia, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka menyesalkan tindakan tersebut dan sudah menegur Kepala Satpol PP.

Baca Juga :  Viral Pembangunan Gereja di Depok Ditolak Warga, Netizen: Kayak Begini Pasti Ada Provokatornya

Begitu juga pimpinan Satpol PP DKI Jakarta telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan mengedepankan pendekatan yang lebih dialogis di masa depan.

Namun, kata Sugiyanto, permintaan maaf saja tidak cukup untuk menghapus kesan bahwa Satpol PP telah bersikap arogan dan melampaui kewenangan.

“Pembubaran aksi ini mencerminkan upaya pembatasan terhadap kebebasan berpendapat, yang secara konstitusional dijamin oleh Pasal 28E UUD 1945. Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa setiap warga negara berhak untuk menyatakan pikiran, berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...