Senin, Juni 1, 2026

Jadi Ikonik Baru, Pemkot Jaksel Matangkan Persiapan Relokasi PKL Barito di Lenteng Agung

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan terus mematangkan persiapan relokasi para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Langkah ini diambil karena area yang ditempati pedagang Barito menjadi bagian rencana pembangunan Taman ASEAN.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sayid Ali, turun langsung memimpin peninjauan lahan relokasi yang terletak di Jalan Raya Lenteng Agung Timur, RT 07/07, Jagakarsa.

Baca Juga :  Atasi Banjir di Cilandak Timur, Pembangunan Turap Kali Krukut Dikebut

Ali Murtadho menegaskan lahan tersebut siap digunakan dalam waktu dekat.

“Relokasi dilakukan karena area pedagang Barito akan terdampak dari pembangunan Taman ASEAN,” ujar Ali Murthadho, Jumat (18/7/2025).

Ali menjelaskan, lahan relokasi di Jalan Raya Lenteng Agung memiliki luas 7.600 meter persegi.

Lahan tersebut merupakan ase milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selain untuk relokasi para pedagang dari JS 25, 26, 29, dan 96, di lokasi juga akan dibangun kantor suku dinas yang berkaitan dengan pedagang binaan.

Baca Juga :  Sudinsos Jaksel Serahkan Bantuan Kaki Palsu kepada 20 Penyandang Disabilitas

“Harapannya lokasi ini nantinya menjadi tempat ikoniknya Jakarta Selatan. Sebab, di lokasi ini akan terpusatnya seluruh pedagang hewan yang memanjakan mata para pembeli,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan Parulian Tampubolon menyatakan, sebanyak 66 pedagang akan direlokasi ke lokasi baru ini.

Mayoritas pedagang berjualan hewan peliharaan dan makanan hewan.

“Sebenarnya ada 118 pedagang, namun yang mampu kita relokasi sementara ke lokasi ini hanya 66 pedagang. Sisanya, para pedagang yang didominasi kuliner dan buah akan masuk ke dalam naungan PD. Pasar Jaya,” terang Parulian.

Baca Juga :  Viral Dicegat Polisi, Kasus Mobil Dinas Plesiran ke Puncak Diperiksa Inspektorat DKI

Ia juga menjelaskan relokasi dijadwalkan akan dilakukan pada awal Agustus 2025.

Untuk memastikan kelancaran prosesnya, pihaknya telah lebih dulu melakukan sosialisasi kepada para pedagang sejak sebulan lalu.

“Kami melakukan sosialisasi dengan humanis, sehingga mereka para pedagang siap untuk direlokasi ke lokasi-lokasi yang kami sudah tentukan,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...