Sabtu, Juli 4, 2026

Korban Anak Bos Toko Roti Buka-bukaan di DPR, Ditolak 2 Polsek hingga Ditipu Pengacara

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Korban anak bos toko roti di Cakung, Jakarta Timur buka-bukaan menceritakan kasus penganiayaan yang dilakukan putra majikannya George Sugama Halim alias GSH

Ia juga menceritakan laporan penganiayaan yang dilakukan oleh anak bosnya tersebut sempat ditolak Polsek Cakung dan Polsek Rawamangun hingga ditipu pengacara.

Hal itu dibeberkan korban Dwi Ayu Darmawati (DAD), saat rapat dengar pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12/2024).

Korban menceritakan, usai dianiaya oleh GSH pada 17 Oktober 2024 lalu, dirinya pergi ke Polsek Rawamangun untuk melapor.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Sosok di Balik Penangkapan Anak Bos Toko Roti yang Kabur ke Sukabumi

“Habis kejadian itu lapor ke Polsek Rawamangun dulu, tapi di situ gak bisa nanganin. Diminta ke Polsek Cakung, yang di Cakung juga gak bisa nanganin juga,” kata DAD.

Gagal di 2 polsek, DA lalu diminta membuat laporan ke Polres Jakarta Timur.

Lalu DA pun melapor ke Polres Jakarta Timur didampingi teman dan keluarga.

“Akhirnya saya disuruh ke Polres Jakarta Timur, Jatinegara hari itu juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Isi Rekening di Sejumlah Bank Tak Dilaporkan, KPK Bakal Periksa Lagi Kadinkes Lampung

Sesampainya di Polres Jaktim, DAD mengaku laporannya pun bisa ditindaklanjuti.

Dirinya akhirnya diminta untuk melakukan visum.

Di sisi lain, DAD juga menceritakan ditipu oleh oknum pengacara.

Persitiwa tersebut berawal saat dirinya dikirimkan pengacara dari pihak pelaku.

DAD mengaku awalnya tidak mengetahui jika pengacara itu utusan dari keluarga pelaku.

“Dia ngakunya dari pihak LBH utusan dari Polda,” tuturnya.

Akhirnya, hal itu diketahui setelah pertemuan di Polres, saat hendak diminta Berita Acara Perkara (BAP).

Baca Juga :  KPK Periksa Dua Mantan Menteri Terkait Dugaan Korupsi Era Jokowi

Pengacara tersebut mengakui jika dirinya merupakan suruhan dari bosnya.

Kemudian, orang tua DAD pun memutuskan untuk mengganti pengacaranya.

Sayangnya, pengacara pengganti ini ternyata tidak kooperatif.

Sejak awal, sang pengacara selalu minta uang kepada keluarganya.

Setiap ada informasi perkembangan laporan yang disampaikan, pengacara selalu meminta uang.

Sampai-sampai, ibu DA harus menjual motor satu-satunya.

“Habis jual motor itu saya tanya tanyain itu udah gak ada kontak, gak bisa dihubungin lagi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...