Rabu, Agustus 19, 2026

Korban Anak Bos Toko Roti Buka-bukaan di DPR, Ditolak 2 Polsek hingga Ditipu Pengacara

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Korban anak bos toko roti di Cakung, Jakarta Timur buka-bukaan menceritakan kasus penganiayaan yang dilakukan putra majikannya George Sugama Halim alias GSH

Ia juga menceritakan laporan penganiayaan yang dilakukan oleh anak bosnya tersebut sempat ditolak Polsek Cakung dan Polsek Rawamangun hingga ditipu pengacara.

Hal itu dibeberkan korban Dwi Ayu Darmawati (DAD), saat rapat dengar pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12/2024).

Korban menceritakan, usai dianiaya oleh GSH pada 17 Oktober 2024 lalu, dirinya pergi ke Polsek Rawamangun untuk melapor.

Baca Juga :  KTT G20 Brasil, Prabowo Akui Kelaparan dan Kemiskinan Nyata di Indonesia

“Habis kejadian itu lapor ke Polsek Rawamangun dulu, tapi di situ gak bisa nanganin. Diminta ke Polsek Cakung, yang di Cakung juga gak bisa nanganin juga,” kata DAD.

Gagal di 2 polsek, DA lalu diminta membuat laporan ke Polres Jakarta Timur.

Lalu DA pun melapor ke Polres Jakarta Timur didampingi teman dan keluarga.

“Akhirnya saya disuruh ke Polres Jakarta Timur, Jatinegara hari itu juga,” ujarnya.

Baca Juga :  MA Umumkan Pembekuan Sumpah Advokat Razman Cs, Hotman: Baru 2 Bulan Lawan Sudah TKO

Sesampainya di Polres Jaktim, DAD mengaku laporannya pun bisa ditindaklanjuti.

Dirinya akhirnya diminta untuk melakukan visum.

Di sisi lain, DAD juga menceritakan ditipu oleh oknum pengacara.

Persitiwa tersebut berawal saat dirinya dikirimkan pengacara dari pihak pelaku.

DAD mengaku awalnya tidak mengetahui jika pengacara itu utusan dari keluarga pelaku.

“Dia ngakunya dari pihak LBH utusan dari Polda,” tuturnya.

Akhirnya, hal itu diketahui setelah pertemuan di Polres, saat hendak diminta Berita Acara Perkara (BAP).

Baca Juga :  Minta Tunda Diperiksa KPK, Kadinkes Lampung Beralasan Masih Persiapkan Dokumen

Pengacara tersebut mengakui jika dirinya merupakan suruhan dari bosnya.

Kemudian, orang tua DAD pun memutuskan untuk mengganti pengacaranya.

Sayangnya, pengacara pengganti ini ternyata tidak kooperatif.

Sejak awal, sang pengacara selalu minta uang kepada keluarganya.

Setiap ada informasi perkembangan laporan yang disampaikan, pengacara selalu meminta uang.

Sampai-sampai, ibu DA harus menjual motor satu-satunya.

“Habis jual motor itu saya tanya tanyain itu udah gak ada kontak, gak bisa dihubungin lagi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...