Selasa, Mei 19, 2026

Korban Anak Bos Toko Roti Buka-bukaan di DPR, Ditolak 2 Polsek hingga Ditipu Pengacara

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Korban anak bos toko roti di Cakung, Jakarta Timur buka-bukaan menceritakan kasus penganiayaan yang dilakukan putra majikannya George Sugama Halim alias GSH

Ia juga menceritakan laporan penganiayaan yang dilakukan oleh anak bosnya tersebut sempat ditolak Polsek Cakung dan Polsek Rawamangun hingga ditipu pengacara.

Hal itu dibeberkan korban Dwi Ayu Darmawati (DAD), saat rapat dengar pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12/2024).

Korban menceritakan, usai dianiaya oleh GSH pada 17 Oktober 2024 lalu, dirinya pergi ke Polsek Rawamangun untuk melapor.

Baca Juga :  Prevalensi di Bawah Target, Wapres Minta Penanganan Stunting Dievaluasi 

“Habis kejadian itu lapor ke Polsek Rawamangun dulu, tapi di situ gak bisa nanganin. Diminta ke Polsek Cakung, yang di Cakung juga gak bisa nanganin juga,” kata DAD.

Gagal di 2 polsek, DA lalu diminta membuat laporan ke Polres Jakarta Timur.

Lalu DA pun melapor ke Polres Jakarta Timur didampingi teman dan keluarga.

“Akhirnya saya disuruh ke Polres Jakarta Timur, Jatinegara hari itu juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Viral Ganjal Bus Pakai Motor Pribadi, Polisi Heroik Bripda Novandro Dapat Penghargaan Lagi dari Kakorlantas

Sesampainya di Polres Jaktim, DAD mengaku laporannya pun bisa ditindaklanjuti.

Dirinya akhirnya diminta untuk melakukan visum.

Di sisi lain, DAD juga menceritakan ditipu oleh oknum pengacara.

Persitiwa tersebut berawal saat dirinya dikirimkan pengacara dari pihak pelaku.

DAD mengaku awalnya tidak mengetahui jika pengacara itu utusan dari keluarga pelaku.

“Dia ngakunya dari pihak LBH utusan dari Polda,” tuturnya.

Akhirnya, hal itu diketahui setelah pertemuan di Polres, saat hendak diminta Berita Acara Perkara (BAP).

Baca Juga :  Awal Aksi Demo Puluhan Pegawai Kemendikti Saintek, Bermula dari Minta Ganti Meja

Pengacara tersebut mengakui jika dirinya merupakan suruhan dari bosnya.

Kemudian, orang tua DAD pun memutuskan untuk mengganti pengacaranya.

Sayangnya, pengacara pengganti ini ternyata tidak kooperatif.

Sejak awal, sang pengacara selalu minta uang kepada keluarganya.

Setiap ada informasi perkembangan laporan yang disampaikan, pengacara selalu meminta uang.

Sampai-sampai, ibu DA harus menjual motor satu-satunya.

“Habis jual motor itu saya tanya tanyain itu udah gak ada kontak, gak bisa dihubungin lagi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...