Kamis, April 16, 2026

Momen Pramono Minta Rincian Laporan Pengerukan Kali kepada Kadis SDA

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menekankan pengerukan kali di wilayah Jakarta, khususnya di daerah pinggiran, akan menjadi prioritas utama dalam upaya pengendalian banjir.

Namun, volume pengerukan kali yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta harus dilaporkan secara rinci.

Hal itu ditegaskan Pramono kepada Kepala Dinas (Kadis) SDA DKI Jakarta Ika Agustin saat meninjau langsung pengerukan Kali Irigasi Bekasi Ujung Menteng, di Jalan Irigasi, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025).

Baca Juga :  Lukai Perasaan Keluarga, Kuasa Hukum Korban Penculikan di Kalideres Ajukan Perlindungan ke KPAI dan PPPA

“Jadi ini kita penegasan bahwa pengerukan kali di pinggiran Jakarta akan menjadi prioritas utama penanganan banjir ke depan. Tadi, saya sudah minta Bu Ika, ini panjangnya 5,3 km, harus segera dikeruk. Volumenya nanti Bu Ika yang sampaikan detailnya,” kata Pramono, dikutip Selasa (8/7/2025).

Pramono menargetkan pengerukan kali tersebut selesai dalam waktu yang ditentukan agar dampaknya bisa segera dirasakan masyarakat.

Pengerukan Kali Irigasi sepanjang 5,3 kilometer ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, terutama di wilayah timur Jakarta.

Baca Juga :  Kerugian Membengkak, Pramono Minta Menteri PUPR Bantu Biaya Perbaikan Fasum Rusak

Pramono juga menyampaikan dirinya bersama seluruh wali kota se-Jakarta terus melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir yang berasal dari hujan lokal, banjir kiriman, hingga rob air laut.

“Saya kontrol para Wali Kota satu-satu hingga dini hari. Alhamdulillah, banjir kini tinggal sedikit di Jakarta Timur dan Barat,” ujarnya.

Kepala Dinas SDA Ika Agustin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan seluruh perangkat pendukung untuk penanggulangan banjir.

Saat ini, Pemprov DKI memiliki 605 unit pompa stasioner yang ditambah dengan pompa mobile untuk mempercepat respon di lapangan.

Baca Juga :  Tiru Ahok, Pramono Gunakan Dana KLB untuk Renovasi Taman di Jakarta

“Pompa kita 605 unit stasioner plus pompa mobile. Jadi tetap aman,” ungkap Ika.

Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, menyatakan pihaknya bersama unit teknis seperti Baznas Bazis Kota Jakarta Timur dan BPBD terus bersiaga dalam menghadapi situasi banjir.

“Kita sudah pastikan semuanya berjalan baik, dari penanganan hingga evakuasi serta pengungsian. Semoga hari ini dapat teratasi sesuai arahan Pak Gubernur,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...