Senin, Juni 1, 2026

Pemkot Jaksel Percepat Pembangunan Sentra Fauna dan Pusat Kuliner Lenteng Agung, Target Tiga Bulan Rampung

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memastikan mempercepat proses pembangunan fisik Sentra Fauna dan Pusat Kuliner di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pembangunan yang mulai pada bulan Agustus ini, ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan.

“Lokasinya super strategis dan ramai karena berseberangan dengan Stasiun Kereta Lenteng Agung. Pekerjaan pembangunan akan dilakukan maksimal. Lebih cepat selesai lebih bagus,” kata Wakil Walikota Jakarta Selatan, Ali Murthado dalam keterangannya, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga :  Relokasi Pedagang Barito, Pemkot Jaksel Kebut Pembangunan Sentra Fauna Lenteng Agung

Ali Murtadho menegaskan, kios-kios Sentra Fauna dan pusat kuliner yang dibangun, diperuntukkan sebagai lokasi relokasi pedagang di Jalan Barito Kramat Pela yang terdampak pembangunan Taman Bendera Pustaka.

“Diutamakan untuk pedagang di loksem Jalan Barito yaitu JS 25, JS 26, JS 30, dan JS 96,” katanya.

Ali Murtadho mengatakan Sentra Fauna dan Pusat Kuliner dibangun diatas lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas sekitar 7.000 meter persegi.

Baca Juga :  Momen Wali Kota, Dandim dan Kapolres Begadang Jaga Jakarta Selatan

Adapun desain peruntukan ruang dikelompokkan dalam beberapa zonasi di antaranya area jalan masuk dan parkir, area UMKM kuliner, area UMKM pedagang hewan peliharaan, bangunan kantor, dan tempat ibadah, serta area ruang terbuka atau plaza.

Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah, Elisabeth Ratu Rante Allo Provinsi DKI Jakarta mengatakan, Sentra Fauna dan
Pusat Kuliner Lenteng Agung hadir sebagai wajah baru perdagangan hewan peliharaan.

Baca Juga :  Jadi Ikonik Baru, Pemkot Jaksel Matangkan Persiapan Relokasi PKL Barito di Lenteng Agung

Menurut Ratu, pembangunan yang dilakukan mengusung konsep pasar hewan modern yang higienis dan ramah lingkungan.

Kemudian sebagai wahana edukasi satwa dan konservasi, menjadi destinasi wisata edukatif yang menggabungkan hiburan dan literasi lingkungan, serta zona UMKM hewan peliharaan yang tertata dan mendukung kesejahteraan pedagang.

“Sentra Fauna Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang
pembelajaran dan rekreasi yang menyenangkan bagi keluarga dan pecinta satwa,” jelas Ratu.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...