Senin, Juni 1, 2026

Relokasi Pedagang Barito, Pemkot Jaksel Kebut Pembangunan Sentra Fauna Lenteng Agung

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengebut pembangunan Sentra Fauna dan pusat kuliner yang berlokasi di Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa.

Proyek yang juga menjadi bagian dari rencana relokasi pedagang Pasar Barito ini ditargetkan selesai pada akhir September 2025.

Camat Jagakarsa Santoso mengatakan, monitoring pembangunan Sentra Fauna dan pusat kuliner terus dilakukan bersama unit terkait.

“Kami hingga saat ini terus melakukan monitoring proses pengerjaan Sentra Fauna Lenteng Agung yang dilakukan oleh unit terkait,” ujar Santoso saat duhubungi, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga :  DPRD Jakarta Wanti-wanti Pelepasan Nyamuk Aedes Aegypti Wolbachia

Ia menambahkan, kehadiran Sentra Fauna dan pusat kuliner tersebut diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap perekonomian lokal, khususnya bagi para pedagang.

“Tentunya harapan kita lokasi ini bisa menjadi tempat yang sesuai bagi pedagang serta berdampak positif terhadap perputaran ekonomi di wilayah Jagakarsa,” lanjutnya.

Santoso juga mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah melakukan sosialisasi kepada warga dan pengurus lingkungan terkait rencana pemindahan pedagang dari Pasar Barito ke kawasan Lenteng Agung.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Siapkan Kendaraan untuk Relokasi Pedagang Jalan Barito ke Lenteng Agung

“Belum lama ini kami lakukan sosialisasi dan diskusi kembali di kantor Kelurahan Lenteng Agung bersama pengurus lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya,” jelasnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, kata Santoso, mayoritas warga menyatakan dukungan atas pembangunan kantor, pasar hewan, serta sentra kuliner di wilayah mereka.

“Hasilnya, warga mendukung adanya kantor dan pasar hewan serta sentra kuliner di wilayahnya,” pungkas Santoso.

Baca Juga :  Pedagang Barito Diberi SP I, Pemkot Jaksel Dorong Relokasi ke Sentra Fauna Lenteng Agung

Santoso menjelaskan, saat ini ada tiga alat berat dan satu truk besar yang dikerahkan  Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk mempercepat pengerjaan pembuatan akses jalan di lokasi.

Ia menyebut pembuatan akses jalan sepanjang 50 meter dengan lebar 6,5 meter untuk memudahkan akses kendaraan operasional dalam proses pembangunan.

“Informasi dari operator target pembuatan jalan tidak sampai satu minggu ini. Semoga pekerjaan selanjutnya bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...