Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mulai menyisir kawasan pemukiman di bantaran kali yang masih menggunakan jamban helikopter.
Penyisiran jamban terapung itu dimulai di bantaran Kali Baru, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terkait stop buang air besar sembarangan (BABS).
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin mengatakan, masih terdapat beberapa warga buang air besar (BAB) di jamban terapung bantaran Kali Baru lantaran tidak memiliki kamar mandi.
“Kami ke depan akan memprogramkan di wilayah sini agar BAB-nya tidak langsung buang ke kali, tapi kita buatkan WC komunal,“ kata Munjirin usai melakukan peninjauan di RW 01, Rawa Bunga, dikutip Jumat (20/6/2025).
Pelaksanaan program STBM perdana, diungkapkan Munjirin, akan difokuskan di kawasan padat penduduk RW 01, Kali Baru.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur akan membuat septic tank komunal, sehingga tidak ada lagi warga yang membuang air besar di kali.
Ia menyebutkan penataan atau STBM septic tank komunal tersebut akan dikerjakan secepatnya dan ditargetkan tahun ini.
“Kurang lebih tahun ini sudah bisa berjalan,” pungkasnya.
Munjirin mengungkapkan, masalah sanitasi masih menjadi permasalahan utama yang belum tersentuh selama bertahun-tahun oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Tercatat masih ada sekitar 23.000 kepala keluarga yang buang air besar (BAB) sembarangan di saluran terbuka atau kali di Jakarta Timur.
Dirinya akan segera menyelesaikan masalah jamban terapung ini agar tidak ada lagi yang buang air sembarangan.
“Ini akan kita masifkan. Di samping sosialisasi, kita akan coba bantu agar mereka punya septic tank. Kalau rumahnya sendiri, kita bantu buat sendiri-sendiri. Tapi kalau berkelompok nanti pakai sistem komunal,” bebernya.
Munjirin menjelaskan, pihaknya akan membuat septic tank terintegrasi dengan sistem biogas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Biogas tersebut dapat mengasilkan gas dari limbah dan kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga.
Program itu sudah diterapkannya ketika menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.
“Dulu saya sudah buat seperti ini, tapi sumbernya dari kotoran sapi. Sekarang warga di sana rebutan nyambung gas karena lebih murah,” kata Munjirin.
“Program ini bukan hanya menyelesaikan masalah sanitasi, tetapi juga menyediakan energi terbarukan untuk masyarakat,” sambungnya.
