Aliansi.co,Jakarta- Kota Administrasi Jakarta Selatan menjadi wilayah pertama pelaksanaan gerakan Linmas Reborn di DKI Jakarta.
Penunjukan ini didasarkan pada penilaian bahwa Jakarta Selatan memiliki implementasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) terbaik se Provinsi DKI Jakarta.
Hal itu dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat membuka kegiatan Bimbingan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tahun 2026 kepada 708 anggota Satlinmas di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
Satriadi, mengatakan Jakarta Selatan dipilih sebagai lokasi pertama karena dinilai paling siap dalam menjalankan peran dan fungsi Satlinmas.
“Salah satu indikatornya adalah hampir seluruh kelurahan di Jakarta Selatan telah memasang papan struktur organisasi Satlinmas, sementara di wilayah lain belum sepenuhnya terlaksana,” ujar Satriadi.
Menurut dia, pelatihan ini bertujuan meningkatkan sinergi kewilayahan antara Satpol PP dan para lurah selaku Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Linmas.
Selain itu, kegiatan ini juga membentuk sikap disiplin, sigap, dan tanggap anggota dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, ketertiban umum, maupun bencana seperti banjir.
“Pada 2026 ini, sebanyak 708 dari total 1.300 anggota Satlinmas di Jakarta Selatan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas. Karena adanya efisiensi anggaran, sisa anggota lainnya akan diikutsertakan pada 2027 mendatang,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho menyambut baik pelaksanaan gerakan Linmas Reborn di wilayahnya.
Ia menilai, gerakan ini menjadi momentum untuk menghapus stigma lama yang selama ini melekat pada Linmas sebagai satuan yang kurang profesional.
“Linmas tidak akan menjadi kuat jika tidak didukung oleh semua komponen. Saya berterima kasih kepada Satpol PP Provinsi DKI Jakarta yang telah menginisiasi dan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan ini,” ujar Ali.
Ali menegaskan, pemberdayaan Linmas harus difokuskan pada tiga hal utama, yakni peningkatan kesejahteraan, penguatan kualitas SDM dan regenerasi, serta perlindungan kerja di lapangan.
“Semoga upaya ini membawa manfaat besar bagi kemajuan Jakarta Selatan dan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” tandasnya.
