Kamis, April 16, 2026

Ternyata Gaji dan Tunjangan Anggota DPRD DKI Jakarta Juga Fantastis, Segini Hitungan Pengamat

WIB

Ia mempertanyakan efektivitas pengawasan apabila anggota dewan lebih banyak berada di lapangan untuk agenda yang belum tentu mendesak, sementara kehadiran mereka di kantor justru terbatas.

“Jika pola seperti ini memang sengaja dipelihara, maka koreksi besar harus dilakukan. Kegiatan yang tidak secara langsung berkaitan dengan fungsi utama sebaiknya dikurangi atau bahkan dihapus,” katanya.

Legalkan Secara Transparan

Sugiyanto justru menyarankan agar gaji dan tunjangan anggota dewan dilegalkan secara terbuka, bahkan bisa ditingkatkan setara pejabat tinggi BUMN atau BUMD.

“Legalkan saja secara jelas melalui undang-undang atau peraturan resmi lainnya, sehingga tidak perlu ditutupi dengan embel-embel seperti dana reses atau kunjungan kerja. Tapi harus disertai kewajiban mutlak menjalankan fungsi konstitusional secara sungguh-sungguh,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Heran Tersangka OTT KPK Kembali Lagi Menjabat Lurah di Jakarta

Baginya, transparansi penting agar masyarakat tahu berapa besar sebenarnya pendapatan para wakil rakyat.

Ia menambahkan bahwa aktivis dan pemerhati kebijakan dengan mudah dapat mengurai potensi penyimpangan, karena itu sistem gaji resmi dan terbuka lebih aman dan bisa dipertanggungjawabkan.

Namun ada syarat yang menurutnya tidak bisa ditawar yakni, jika masih ada korupsi dengan gaji besar, maka hukumannya harus sangat berat.

Baca Juga :  165 PNS Satpol PP Dilaporkan Terjerat Judi Online, Inspektorat Singgung Pembinaan Kasatpol DKI Jakarta

“Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Jika masih terjadi, hukuman mati layak dipertimbangkan, sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (2) UU Nomor 31 Tahun 1999,” tegas pria berkacamat yang biasa disapa SGY ini.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya evaluasi kinerja.

Anggota dewan yang malas atau tidak produktif harus diganti.

“Anggota dewan yang berkinerja buruk harus segera diberhentikan dan digantikan oleh yang lebih kompeten. Ini syarat mutlak demi menjaga integritas lembaga perwakilan rakyat,” ucapnya.

Baca Juga :  PKS Dorong Walikota di Jakarta Dipilih Langsung Lewat Pencoblosan

Partai Politik Penentu Arah Bangsa

Di akhir pernyataannya, Sugiyanto menegaskan bahwa kekuatan dan independensi dewan sangat bergantung pada partai politik.

Karena semua anggota legislatif berasal dari partai, maka kualitas partai dan ketua umumnya akan menentukan maju atau mundurnya bangsa.

“Kunci utama terletak pada partai politik, karena dewan tunduk pada elite partai, terutama ketua umum. Jika partai bersih dan ketua umumnya jujur dan adil, rakyat akan sejahtera. Negara pun akan tegak sebagai bangsa yang adil dan makmur,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...