Jumat, November 6, 2026

Tunjangan DPRD Tak Merata, Mendagri Didorong Tetapkan Standar Nasional

WIB

Selain itu, PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD, serta Permendagri Nomor 62 Tahun 2017 tentang Pengelompokan Kemampuan Keuangan Daerah.

“Dalam regulasi yang ada, kemampuan keuangan daerah dibagi menjadi tiga kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Kategori ini bisa dijadikan acuan dalam menetapkan batas wajar tunjangan, sehingga tetap adil dan proporsional,” jelas SGY, sapaan Sugiyanto.

Berdasarkan data tahun 2025, lanjut SGY, perbedaan tunjangan perumahan DPRD memang sangat mencolok.

Di satu sisi, Provinsi Lampung menetapkan tunjangan perumahan hanya Rp6,8 juta untuk anggota, dan Rp8,75 juta untuk Wakil Ketua, sementara Ketua mendapatkan rumah dinas (Pergub 40/2014).

Baca Juga :  Mendagri Tito Pastikan Ormas Pengganggu Stabilitas Keamanan Harus Diproses Pidana

Di sisi lain, DKI Jakarta menetapkan angka hingga Rp78,8 juta untuk Wakil Ketua dan Rp70,4 juta untuk anggota, dengan Ketua juga mendapatkan rumah dinas (Kepgub 415/2022).

Bahkan, kata dia, Provinsi Jawa Tengah mencatatkan tunjangan hingga Rp79,63 juta untuk Ketua dan Rp72,31 juta untuk Wakil Ketua (Kepgub 100.3.3.1/51/2025).

Adapun provinsi lainnya yang memberikan tunjangan relatif tinggi antara lain Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, dan Banten.

Baca Juga :  Kronologi 3 Petugas Bandara Soetta Dipecat karena Bergiliran Cium Tangan Bahar Smith

Sebaliknya, daerah seperti Papua Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat menetapkan tunjangan di bawah Rp20 juta per bulan.

Beberapa provinsi, seperti Sulawesi Selatan, NTB, dan Bengkulu, justru masih memilih memberikan rumah dinas.

“Variasi yang begitu besar ini mempertegas kebutuhan akan adanya standar nasional mengenai batas kewajaran. Dengan begitu, kebijakan tunjangan perumahan DPRD akan lebih adil, transparan, dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar SGY.

Ia juga menekankan bahwa ketimpangan tidak hanya terjadi di level provinsi, tetapi juga pada tingkat kabupaten dan kota. Jika seluruh data dikompilasi, menurutnya disparitas akan terlihat jauh lebih mencolok.

Baca Juga :  Rocky Gerung Kini Jadi Wantimpres, Pengamat: Ucapannya Jangan Ditelan Bulat-bulat

Lebih lanjut, ia mendorong agar Kementerian Dalam Negeri tidak hanya menyusun pedoman untuk tunjangan perumahan, tetapi juga untuk tunjangan komunikasi, transportasi, dan tunjangan lainnya yang relevan.

“Pedoman ini akan menjadi acuan dasar bagi seluruh pemerintah daerah di Indonesia, agar tidak ada lagi kebijakan yang timpang dan tidak sesuai dengan prinsip keadilan anggaran,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Iming-iming Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran di Rusia

Aliansi.co, Jakarta – Iming-iming bonus penandatanganan kontrak mencapai Rp620 juta dan gaji bulanan sekitar Rp50 juta menjadi modus sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO)...

Naik KRL dari Tanjung Priok, Ratusan Polisi Gerebek Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta – Ratusan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi. Dalam operasi tersebut,...

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Sasaran Razia Kendaraan yang Lawan Arus

Aliansi.co, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menjadikan pelanggaran melawan arus sebagai salah satu sasaran utama dalam Operasi Patuh 2026 yang digelar serentak...

Noverizky Tri Putra Pimpin LBH Ilumni FH Unpar

Aliansi.co, Jakarta- Noverizky Tri Putra dipercaya menjabat Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ilumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), menggantikan Yopi Gunawan. Dalam kepemimpinan...

Kapolri Ungkap Keterlibatan Pihak Asing di Balik Karhutla 

Aliansi.co, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dari...