Munjirin mengatakan, dalam sosialisasi itu, pihaknya juga menjelaskan terkait cara pemasangan dan standar water mist yang digunakan sesuai dengan rekomendasi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).
“Mau beli water mist sendiri tidak masalah, yang penting standar dan lisensi BRIN. Karena memang BRIN yang pertama mengembangkan alat ini untuk menyapu zat polutan di udara,” kata dia.
“Jadi kita berharap masyarakat turut bersama-sama menanggulangi masalah polusi udara dengan memasang alat water mist di atas gedungnya masing-masing,” kata Munjirin.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan Ali Murthadho menambahkan gedung-gedung pemerintahan di Jakarta Selatan juga akan segera melakukan pemasangan alat water mist untuk menanggulangi polusi udara di Ibu Kota.
Adapun pemasangan water mist di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, kata Ali, akan dilakukan dalam minggu ini yang dimulai di atas gedung Blok A.
“Untuk pemasangan gedung blok A barangnya sudah siap, Kamis dan Jumat kita pasang. Gedung B dan C selanjutnya bertahap, itu sudah kita pesan dan satunya nanti dipinjamkaan dari BRIN,” tandasnya.
Ia menyebutkan, kegiatan menyemprotkan air ke udara dengan water mist merupakan implementasi penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) mikro.
Metode ini jauh lebih efisien dan murah dalam menyapu zat polutan di udara.
Dia menjelaskan, water mist generator memiliki kapasitas output 5-10 liter per menit sehingga mampu menghasilkan butiran air yang halus dalam jumlah besar.
Jika dipasang di atas gedung ketinggian 20-200 meter, efektif mengurangi kepekatan polusi udara
“Jadi dalam waktu dekat seluruh gedung-gedung di Jakarta yang sudah pasang water mist serempak menyemprotkan ke udara untuk memodifikasi cuaca hujan buatan guna menyapu polutan,” ujarnya.
