Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan sistem data yang akurat dan terintegrasi.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murtadho saat membuka kegiatan Sosialisasi Peningkatan Peran Statistik Sektoral terhadap Sistem Statistik Nasional yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Selatan secara daring, Selasa (7/10).
Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta dari unsur UKPD, kecamatan, dan kelurahan.
Ali Murthadho mengatakan, kegiatan ini memiliki makna penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga statistik, dan akademisi untuk menghadirkan data sektoral yang akurat, terintegrasi, serta bermanfaat bagi pembangunan daerah.
“Kegiatan ini memiliki makna penting dalam upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga statistik dan para akademisi dalam mewujudkan data sektoral yang akurat, terintegrasi serta bermanfaat bagi pembangunan statistik sektoral yang tepat sasaran,” ujar Ali.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, peserta dapat memperdalam pemahaman tentang pentingnya koordinasi dan sinkronisasi data sektoral dalam mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan di Jakarta Selatan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya koordinasi dan sinkronisasi data sektoral, serta bagaimana hasil pendataan nanti dapat mendukung kebijakan pembangunan yang berkelanjutan di Jakarta Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Sudin Kominfotik Jakarta Selatan Nuruning Septarida menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan peran aktif UKPD, kecamatan, dan kelurahan dalam menghasilkan data statistik yang berkualitas, valid, dan terintegrasi guna mendukung implementasi Satu Data Jakarta.
Menurut Nuruning, penyelenggaraan pemerintahan yang baik atau good governance membutuhkan transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan efektivitas kebijakan publik.
Semua hal tersebut, katanya, berawal dari ketersediaan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Prinsip tersebut dapat terwujud apabila pemerintah memiliki data yang akurat, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, data statistik bukan sekadar angka, melainkan dasar utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan.
Melalui pendekatan statistik yang terintegrasi, setiap kebijakan di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga UKPD akan lebih tepat sasaran dan berorientasi pada hasil bagi masyarakat.
“Melalui pendekatan statistik yang terintegrasi, setiap kebijakan yang diambil di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga UKPD akan lebih tepat sasaran dan berorientasi hasil untuk masyarakat,” jelasnya.
Nuruning berharap, sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem data yang andal dan saling terhubung.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun sistem data yang andal, transparan, dan saling terhubung, sebagai pondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berorientasi pada data,” tandasnya.
