Sabtu, Juli 4, 2026

Rapat dengan Menhut, Titiek Soeharto Marah Lihat Truk Pengangkut Kayu Masih Berseliweran di Lokasi Banjir Sumatera

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan atas dugaan penebangan liar yang masih berlangsung di Sumatera, meski wilayah tersebut baru saja dilanda banjir dan longsor.

Pernyataan ini disampaikan Titiek dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, pada Kamis (4/12/2025) di Komplek Parlemen Senayan.

Dalam rapat tersebut, Titiek Soeharto menayangkan video viral yang memperlihatkan truk-truk besar mengangkut kayu dengan diameter besar melintas di jalan Sumatera pasca banjir.

“Baik Saudara Menteri, terus terang saya sedih, miris, dan saya marah. Bayangkan kayu sebesar itu, diameter satu setengah meter, itu berapa ratus tahun perlu tumbuh. Ini manusia mana di Indonesia yang seenaknya bisa motong-motong kayu seperti itu? Apa salah pohon itu? Dia memberikan banyak kebaikan bagi manusia. Penjaga erosi, memberikan udara segar. Kok dipotong begitu saja?” ujar Titiek, dikutip Jumat (5/12/2025).

Baca Juga :  Resmikan Terowongan Istiqlal-Katedral, Prabowo: Saya Kebagian Enaknya Aja

Kayu-kayu tersebut diketahui berasal dari hutan di Sibolga, Sumatera Utara, yang juga terdampak parah bencana.

Menurut Titiek, video itu menjadi bukti bahwa pembalakan liar masih berlangsung saat warga berjuang memulihkan kondisi pasca bencana.

“Yang lebih menjengkelkan, truk itu lewat di Jalan Raya dua hari setelah peristiwa banjir. Dengan kemajuan teknologi, truk itu lewat di depan hidung kita. Sungguh menyakitkan, Pak Menteri. Baru kita kena bencana, dia lewat di depan muka kita. Ini menyakitkan dan menghina rakyat Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Menunggu Sanksi Kepegawaian, ASN Bina Marga Jaksel Dimutasi Usai Tebang Pohon

Politisi Fraksi Gerindra sekaligus putri mendiang Presiden RI ke-2 ini meminta Menteri Kehutanan menindak tegas perusahaan yang terlibat.

“Saya minta kepada Pak Menteri untuk cari tahu siapa perusahaan itu dan tolong, jangan ada pohon-pohon besar lagi yang ditebang. Hentikan semua ini! Kami tidak mau hanya sekadar moratorium, tapi dihentikan. Nggak usah ada lagi pohon-pohon besar yang dipotong-potong,” tegasnya.

Selain kasus truk, Titiek menyoroti ratusan potong kayu yang hanyut memenuhi pantai dan sungai pasca banjir.

Baca Juga :  JK Bangga dengan Sosok Prabowo: Low Profile, Semua Didatangi

Ia menilai hal ini sebagai indikasi pembukaan lahan baru untuk perkebunan dan pertambangan yang semakin tidak terkendali.

“Pembukaan lahan baru untuk perkebunan, pertambangan, ini harus diperketat lagi syarat-syaratnya. Jangan kita biarkan begitu saja. Sudah cukup lah ini,” ujarnya.

Sebagai Ketua Komisi IV DPR, Titiek menegaskan pihaknya mendukung penuh penegakan hukum terhadap pihak yang merusak alam.

“Kita mewakili rakyat Indonesia. Bapak juga ditunjuk sebagai pembantu presiden yang dipilih rakyat Indonesia. Kita tegakkan hukum setegak-tegaknya. Siapapun yang merugikan bangsa dan negara, merusak tanah dan hutan kita, ditindak saja. Bapak nggak usah takut-takut, kami di belakang Bapak,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...