Aliansi.co, Jakarta- Pembangunan lapangan padel di kawasan permukiman kembali menuai protes warga.
Kali ini, proyek lapangan padel di Jalan Kalimaya Blok AA, Permata Hijau, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dikomplain warga karena menimbulkan kebisingan.
Camat Kebayoran Lama, Mustofa, membenarkan adanya aduan masyarakat terkait pembangunan tersebut.
Menurut dia, warga merasa terganggu dengan aktivitas proyek yang berlangsung.
“Iya ada aduan dari warga, merasa terganggu, berisik dan sebagainya soal pembangunan padel,” ujar Mustofa saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Terkait aspek perizinan, Mustofa menyebut bangunan itu telah mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Meski demikian, ia menegaskan kewenangan penerbitan izin berada di tingkat kota dan provinsi.
“Sudah ada. Ada PBG. Tapi kalau soal izin itu kan ke tingkat kota dan provinsi,” katanya.
Mustofa memastikan akan turun langsung ke lokasi pada hari yang sama untuk mengecek kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti laporan warga.
“Hari ini, saya mau ke lokasi padel, iya (cek aduan warga),” ucapnya.
Polemik serupa di Haji Nawi
Sebelumnya, polemik serupa juga terjadi di kawasan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan.
Warga melaporkan kebisingan dari aktivitas lapangan padel melalui aplikasi JAKI sejak November 2025, bahkan ketika proyek masih dalam tahap pembangunan.
Lurah Gandaria Selatan, Ikhsan Kamil, menjelaskan bahwa izin awal lokasi tersebut diperuntukkan bagi usaha parkir dan kafe.
Namun, dalam perjalanannya, dibangun tambahan usaha berupa lapangan padel.
“Itu tadinya usaha awalnya itu adalah parkir dan kafe. Sudah ada izinnya. Lalu dibangunlah usaha tambahan namanya padel,” jelas Ikhsan, Kamis (19/2/2026).
Ia menyebut lapangan tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS.
Namun, pada saat polemik mencuat, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum terbit.
“Tadi kami tanyakan pun NIB-nya ada. Nah untuk PBG sudah selesai sidang, tapi untuk nomornya belum keluar,” ujarnya.
Setelah mendapat protes dari warga, pengelola Lapangan Padel Fourthwall mengambil sejumlah langkah penyesuaian.
Salah satunya dengan membatasi jam operasional selama bulan Ramadhan dan berjanji menambah peredam suara guna mengurangi kebisingan.
“Kami membatasi jam operasional kami di bulan puasa ini menjadi kurang lebih memulai pembatasan operasional sampai 50 persen. Ini tujuannya juga kami lebih menghargai tetangga kami,” kata Fajar Ediputra, Kamis (19/2/2026).
