Senin, April 20, 2026

Dukung Asta Cita Prabowo, Begini Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba di Jaksel

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan terus memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba sepanjang 2025.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita ketujuh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yakni memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba sebagai bagian dari visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala BNN Kota Jakarta Selatan Kombes Pol. Bambang Yudistira mengatakan, sepanjang 2025 pihaknya telah melaksanakan berbagai program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara terintegrasi di wilayah Jakarta Selatan.

“Upaya P4GN kami jalankan melalui pendekatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, serta penegakan hukum yang berorientasi pada pemulihan,” ujar Bambang dalam konferensi pers, Senin (22/12/2025).

Pada bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, lanjut Bambang, BNNK melaksanakan sejumlah kegiatan prioritas nasional.

Di antaranya pembentukan Kelurahan Bersinar, Program Pendidikan Anti Narkoba pada Keluarga, serta Pelatihan Teknis Pendidik Sebaya atau Remaja Anti Narkoba Jakarta Selatan (Ransel).

Selain itu, diseminasi informasi juga dilakukan kepada lembaga pendidikan, instansi pemerintah, swasta, hingga jajaran kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga :  Makan Bergizi Gratis di Jakarta Dimulai, Plt Kadisdik: Sementara Ada 4 SPPG yang Sudah Siap

Kelurahan Cilandak Barat ditetapkan sebagai lokasi prioritas dalam pembentukan Kelurahan Bersinar dan Program Pendidikan Anti Narkoba pada keluarga.

Bambang menilai masyarakat di wilayah tersebut memiliki kepedulian tinggi terhadap bahaya narkoba.

“Di Cilandak Barat masyarakatnya aktif dan peduli. Di sana juga telah terbentuk relawan atau satgas anti narkoba yang berperan langsung di lingkungannya,” kata Bambang.

Melalui program Ransel, diungkapkan Bambang, pihaknya memberikan pelatihan ketahanan diri kepada remaja agar mampu menolak ajakan penyalahgunaan narkoba.

Materi yang diberikan meliputi penguatan kualitas diri, self-defense, pengelolaan stres, serta komunikasi efektif dengan teman sebaya.

“Tujuannya membentuk karakter remaja agar lebih tangguh dalam menghadapi pengaruh negatif dan bahaya narkoba,” ujarnya.

Ia menerangkan, selain pencegahan, pihaknya juga melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui bimbingan teknis lifeskill di kawasan rawan narkoba.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni pelatihan barista atau peracik kopi di Kelurahan Cilandak Barat dengan melibatkan perwakilan warga dari sejumlah RW.

Baca Juga :  Pemprov DKI Buka Suara Soal Kisruh Penetapan Dewan Kota se-Jakarta

Sebagai langkah deteksi dini, sepanjang 2025 BNNK telah melaksanakan tes urine terhadap ribuan orang.

Rinciannya, 363 orang dari instansi swasta, 2.546 orang dari instansi pemerintah, 2.554 orang dari instansi pendidikan, serta 53 orang dari masyarakat umum.

Pada tahun yang sama, BNN Kota Jakarta Selatan juga mencatatkan prestasi dengan hasil Survei IKOTAN kategori Sangat Tanggap dengan nilai A (3,30) serta Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) kategori Sangat Mandiri dengan nilai A (3,91).

Di bidang rehabilitasi, Klinik BNNK Jakarta Selatan melayani sebanyak 713 pasien rawat jalan sepanjang 2025.

Mayoritas pasien merupakan laki-laki dengan latar belakang pekerjaan sebagai karyawan swasta.

Jenis zat yang paling banyak disalahgunakan yakni ganja, tembakau sintetis, dan amfetamin.

“Alhamdulliah klinik BNNK Jakarta Selatan meraih nilai A atau Optimal pada Survei Indeks Kapabilitas Rehabilitasi tahun 2025,” ungkapnya.

Sementara itu, kata dia, dalam penegakan hukum, BNNK mengoptimalkan peran Tim Asesmen Terpadu (TAT) bagi penyalahguna narkoba yang terjerat proses hukum.

Baca Juga :  Selama Ramadan, Hanya Tempat Hiburan Malam yang Seperti Ini Boleh Beroperasi di Jakarta Selatan

Hingga Desember 2025, jumlah TAT di Jakarta Selatan mencapai 1.442 orang, melampaui target tahunan sebanyak 1.135 orang.

“Penegakan hukum kami selaraskan dengan layanan rehabilitasi agar pecandu dan penyalahguna yang berhadapan dengan hukum tetap mendapatkan pemulihan,” tutur Bambang.

Bambang menyebut, BNNK juga memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Forum Komunikasi P4GN yang melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta lembaga rehabilitasi komponen masyarakat.

Berbagai inovasi berbasis komunitas pun dilakukan, termasuk podcast di kawasan rawan narkoba dan apresiasi terhadap Kelurahan Pondok Labu yang meraih juara Lomba Kampung Tangguh Anti Narkoba tingkat Polda Metro Jaya.

Dari sisi tata kelola anggaran, penyerapan anggaran tahun 2025 mencapai 99,41 persen dengan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) kategori “Sangat Baik”.

“Capaian ini menunjukkan komitmen kami dalam mempertanggungjawabkan anggaran negara untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Jakarta Selatan,” pungkas Bambang.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Dana Umat Rp28 Miliar Diduga Digelapkan, BNI Janji Kembalikan Bertahap

Aliansi.co, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan akan mengembalikan dana umat senilai sekitar Rp28 miliar yang diduga digelapkan dalam kasus...

Ombudsman Angkat Bicara, Singgung Asas Praduga Tak Bersalah terhadap Kasus Hery Susanto

Aliansi.co,Jakarta- Ombudsman RI angkat bicara menyikapi kasus hukum yang menjerat Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto Ombudsman menyinggung pentingnya asas praduga tak bersalah dan tetap berkomitmen...

Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tambang Nikel, Bermula dari Keberatan Bayar PNBP 

Aliansi.co,Jakarta- Tim penyidik Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto (HS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola usaha pertambangan nikel di...

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...