Aliansi.co, Jakarta-Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, memimpin rapat koordinasi terkait sosialisasi program Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF) dengan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Rapat ini sebagai tindak lanjut dari program pembangunan septic tank komunal yang direncanakan akan memanfaatkan kotoran manusia sebagai bahan baku biogas.
“Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari buang air besar sembarangan, serta memanfaatkan limbah tersebut untuk menghasilkan energi terbarukan berupa biogas,” kata Munjirin saat dikonfirmasi, Rabu (9/7/2025).
Dalam rapat koordinasi, pihaknya juga membahas perkembangan pembangunan septic tank komunal yang sudah disosialisasikan di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Bidara Cina, Kelurahan Kampung Rambutan, dan Kelurahan Pekayon.
Munjirin menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas WC komunal ini tidak hanya untuk mengurangi buang air besar sembarangan, tetapi juga akan mengolah kotoran yang dihasilkan untuk menjadi biogas.
Biogas ini nantinya akan dialirkan kembali ke rumah-rumah penduduk, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan.
“Pembuatan WC komunal ini sekaligus dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas. Kotoran yang dihasilkan akan diolah, dan biogas yang keluar dapat disalurkan kembali ke rumah-rumah warga,” kata Munjirin
Diungkapkannya, tiga lokasi yang dipilih sebagai model proyek SBS/ODF ini, yaitu Rusun Milik (Rusunami) di Kelurahan Bidara Cina, Kelurahan Kampung Rambutan, dan Kelurahan Pekayon, dipandang sebagai daerah yang membutuhkan perhatian khusus terkait sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Melalui pembangunan septic tank komunal yang terintegrasi dengan sistem biogas, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Pemilihan tiga lokasi ini sebagai proyek percontohan bertujuan untuk menggerakkan masyarakat dalam mengatasi masalah Buang Air Besar Sembarangan dan menuju lingkungan yang lebih sehat. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan ramah lingkungan,” lanjut Munjirin.
Munjirin menegaskan, pembangunan fasilitas WC komunal ini akan dimulai pada Juli 2025 dan diharapkan sudah dapat beroperasi pada minggu ketiga atau keempat di bulan yang sama.
Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk memperluas proyek ini ke kecamatan-kecamatan lainnya jika hasil di tiga lokasi tersebut menunjukkan dampak positif yang signifikan.
“Mudah-mudahan, pada Juli minggu ketiga atau keempat, minimal sudah bisa berjalan. Ketiga lokasi ini sudah siap, dan kami berharap bisa segera dilaksanakan,” tandasnya.
