Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar, memberikan apresiasi terhadap gerak cepat (gercep) penanganan turap Kali Sepak yang rusak akibat longsor di Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan.
Ia mengungkapkan perbaikan yang dilakukan oleh Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan sangat memuaskan dan berjalan dengan baik.
M Anwar menyampaikan hal tersebut saat meninjau secara langsung perbaikan turap yang juga dihadiri oleh Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta, Dadiyono.
Anwar menjelaskan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran seluruh proses perbaikan dan memastikan bahwa pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh Sudin SDA Jakarta Selatan.
“Kita lihat sampai mana proses pengerjaannya, apalagi ini kan longsornya sebelumnya cukup panjang dan dikhawatirkan kalau tidak dikerjakan segera, akan ada longsoran lagi yang bisa menyebabkan bangunan di sekitarnya terdampak,” ungkap M Anwar.
Sementara itu, Dadiyono, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, menyampaikan apresiasinya terhadap semua pihak yang telah bekerja keras dalam memperbaiki turap yang rusak.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur publik di DKI Jakarta.
“Terima kasih kepada seluruh unsur terkait yang telah segera melakukan perbaikan. Dalam menjaga infrastruktur publik agar tetap berfungsi dengan baik, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat,” kata Dadiyono.
Lebih lanjut, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang sudah diperbaiki.
“Ini sudah terlihat rapi, saya minta tolong jaga kebersihannya, karena salah satu faktor yang menjadi permasalahan selama ini adalah kurangnya perhatian masyarakat dalam menjaga dan merawat apa yang sudah ada,” tegasnya.
Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung Paulus menjelaskan, turap Kali Sepak yang mengalami longsor diperbaiki sepanjang 550 meter.
Dia menyebut proses pengerjaan dimulai sejak Juni 2025 dan melibatkan sekitar 25 personel.
“Saat ini sudah 60 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2025 mendatang,” tandas Junjung.
